Sobat Semut semuanya... maafin aku...
ku tulis postingan ini dengan air mata kepasrahan yg udah gak mungkin lagi dapat menggenang...
semua udah kering, meski darah yg keluarpun itu tak kan mampu jua tuk gantikan asaku yg tlah hilang...
hanya air mata semu yg kini menetes jatuh perlahan...
tanpa pernah dapat aku tahan...
memang aku lagi sedih...
tapi sedih aku bukan karna aku yg mungkin bentar lagi pergi tanpa mampu tuk kembali...
aku sedih karna aku belum bisa buat kalian semua bahagia...
bahkan mungkin justru aku lebih banyak buat kalian kecewa...
maafin aku....
sebesar apapun dosa aku, pliss... sisihkan sedikit maafmu buat aku...
cuma itu yg mungkin nanti bisa meringankan deritaku...
hmmm.... sore yg indah..
mentari redup bersiap merangkak ke peraduannya...
aku duduk sendiri di bibir kolam kecil di taman belakang...
kupandangi ikan mas yg berloncatan berebut makan...
di tanganku tergenggam erat ponsel elok kesayangan...
notebook merah masih menyala cerah di pangkuan...
lagu itu... lagu itu sengaja kuputar keras mengalun bebas, menyeruak masuk lewat headset yg menancap di kedua lubang telingaku...
Alhamdulillah ya Allah...
masih Kau ijinkan aku menikmati sore indah-Mu...
masih Kau ijinkan aku memandangi ikan-ikan itu...
masih Kau beri aku kesempatan memeluk hangat orang-orang terdekatku...
Romo... Ibu... Mbak Andri... Mbak Iin... Jeng Ratri...
trimakasih tlah kalian jaga aku dalam kelemahan ragaku...
tapi wajah itu... kenapa wajah itu masih selalu terbayang??
Cantiqku... apa kabar kamu disana?
adakah kamu juga menikmati rasa yg sekarang tengah aku nikmati?
adakah kamu merasakan rindu seperti apa yg aku rasakan sore ini?
hmmm... nikmat... sakit...
betapa nikmatnya sakit ini ya Allah...
rasa sakit ketika aku tersadar bahwa ternyata aku sangat-sangat mencintainya...
meski sejak awal udah yakin bahwa mustahil buat aku untuk bisa miliki dia seutuhnya...
hanya bayang yg selama ini kudekap erat...
hanya imaginasi yg selama ini menenangkanku dari gundah...
Ya Allah... aku tau.. dia tau.. kita semua tau...
gak ada satupun yg sanggub menandingi kekuatan besar-Mu...
tapi pliss ya Allah... berikanlah aku secuil saja dari kekuatan-Mu itu...
jangan pernah Kau hapus rasa ini, biarkan ia bersemayam indah di sudut-sudut hati...
biarkan bayang itu menemani pergiku kali ini...
jangan Kau paksa aku melupakannya...
jangan Kau pinta aku tersenyum meninggalkannya...
karna sesungguhnya aku belum rela...
aku belum rela sebelum ku liat dia bahagia...
menemukan sosok idaman yg benar-benar mencintainya...
biarkanlah bening ini menetes riuh...
jangan pernah hentikan itu... biarkan ia jatuh...
berbaur dengan air kolam yg transparan...
mengkilat memancarkan bayang cantiq wajah itu...
ikan-ikanku... tidakkah kau dengar pula lagu ini??
nothing can stop this love we're make... nothing can stand in our way...
nothing can blog this road we've taken..
nothing can stop us now...
nothing can stop us now...
nothing can stop us now.
hmmmm... tolong bilang sama tuanmu ini, sedang apakah dia disana?
masih ingatkah dia akan lagu ini??
masih ingatkah dia ketika aku menyapa lembut di setiap malamnya,
"assalaamu 'alaikum Cantiq... agi ngapain?"
huufft... nikmatnya perih ini...
sakit ya Allah ketika aku teringat itu lagi...
aku menyesal... aku menyesal bukan karna aku tlah mencintainya...
tapi aku menyesal udah ungkapin rasa itu dulu...
mustinya aku biarin aja rasa itu mati...!
atau tersimpan rapi di sudut-sudut gelap hati ini...
hingga tanpa seorangpun tau...
Kamu, Ratri, Ibu dan bahkan semua hati di dunia fana ini...
Dan untuk kalian sahabat mayaku..
sahabat sejati yg selalu nyempetin diri mampir di Pesanggrahanku ini...
tolong dengerin aku mau bicara...
mumpung bibir ini masih sempat berucap...
mumpung mata ini masih jelas menatap...
mumpung jemari ini masih sanggub berderap...
menuliskan kata demi kata yg mungkin saja ini adalah akhir dari segalanya...
tolong simak apa yg aku sirat,
aku mohon maaf yg sebesar-besarnya sama kalian semua,
untuk sementara aku akan berdiam diri,
berhenti sejenak dari segala aktivitas di dunia maya ini...
sampai suatu hari nanti aku akan kembali...
aku janji aku pasti kembali meskipun nanti bukan ragaku yg disini...
namun setidaknya kenangan ini gak boleh ikut ku mati...
Kalo sampai 18 Februari nanti aku gak update lagi,
maka setelah itu akan terbit postingan terjadwalku yg mungkin....
mungkin itu terbit ketika aku udah benar-benar terlelap nyenyak dan gak akan pernah bangun lagi...
semoga saja tidak... dan semoga saja ini hanya kekhawatiranku semata.
Selamat tinggal Sobat, ijinkanlah ku peluk dia erat...
sebelum jantung ini berhenti berderak dan sebelum darah ini berubah kuning memucat...
aku mencintaimu Cantiq...
melebihi cintaku pada diri aku sendiri...
tapi kamu tau kan, mencintai gak musti harus saling memiliki...
lupakan aku yg hanya kan jadi beban buatmu...
usah lagi kau pedulikan aku...
pergi..! dan biarkan aku dalam sendiri...
tataplah ke depan... buka hati dan ulurkan tangan...
sosok itu telah menanti hadirmu...
biarkan aku pergi...
ijinkan aku berlari...
karna sesungguhnya aku nggak akan mati... aku masih tetap hidup...
walau itu hanya di dalam hati.#







