Sabtu, Februari 14, 2009

Surprise di hari Valentine

Pagi-pagi, rona merah memantul masuk menembus kaca jendela kamarku. Masih ditempat tidur, samar-samar kudengar Sania Twain melantunkan lagu faroritku,

From this moment life has begun
From this moment you are the one
Right beside you is where I belong
From this moment on..


Hmmm...lirik lagunya plus merdu suaranya memaksa aq membuka mata dan ikut menyanyikannya didalam hati. Masih ngantuk sih sebenernya, tapi aq gak mungkin melewatkan pemandangan indah yg nampak didepanku berikut ini..

Srek...srek...srek...
Suara sandal sepon itu kudengar nyaring sedang diseret menuju kamar tidurku saat kubalikkan badan. Kubuka sedikit ujung mata kiriku dan kulihat seorang Bidadari cantiq, masih berbebat handuk pink, tengah melangkah gemulai masuk menuju meja rias. Dia lalu duduk dan sambil menunduk, tangan kanannya menggenggam hairdryer, sementara yg kiri sibuk membelai rambut panjangnya yg nampak basah. Dari bibirnya tak putus-putus menggumamkan lirik lagu tadi.

I give my hand to you with all my heart
Can't wait to live my life with you
Can't wait to start
You and I will never be apart
My dreams came true because of you...


Segera aq bangkit perlahan, mengendap-endap lalu melangkah pelan menuju punggung Bidadari itu. Air bening masih nampak mengembun menempel diujung-ujung bulu halusnya.
Dan dengan tiba-tiba, kudekap dia dari belakang hingga membuatnya sedikit tersentak kaget, melepas pengering rambut itu jatuh ke lantai. Tangan kanannya kini melingkar memeluk kepalaku yg bersandar manja membungkuk diatas pundak disamping pipinya. Sementara yg kiri menahan jemariku yg seolah nakal ingin merayap kelain tempat.
Aroma segar sabun melati masih tertinggal wangi menusuk hidungku, membuat hasratku ingin kembali menikmatinya dan mencium lembut pipi kanannya.
Berdua kami saling bertatap mata di cermin itu dan terdiam kelu beberapa saat.
Hmmm...mungkin sebentar lagi kisah ini akan menjadi sebuah cerita dewasa yg penuh sensor dan gak layak baca, kalo saja jam weker itu tidak segera menampar dan mengingatkanku bahwa Subuh hampir lewat.
Segera Diajeng melepas dekapanku dan mendorongku lembut menuju pintu keluar.
"udaaaah... mandi dulu sana gih..."
Dengan malas, kuseret sandal jepitku menuju kamar mandi dan segera aq memulai ritual itu. Kuambil wudhu dan kusucikan seluruh tubuhku sebelum aq melepas piyamaku satu persatu.
"Mas...jangan lupa menutup lagi botol shamponya.."
Kudengar Diajeng selalu meneriakkan kalimat itu setiap kali aq mandi.

From this moment as long as I live
I will love you.. I promise you this
There is nothing I wouldn't give
From this moment.. I will love you.. as long as I live
From this moment on...


Abis mandi, Sholat dan lalu mengenakan baju kerja yg uda disiapin di tempat tidur.
Sementara aq merapikan rambut, kulihat di luar kamar, Mbak Mie mondar-mandir ke arah balkon. Mungkin dia lagi nyapu bersihin kaca atau apalah aq gak peduli. Yg penting abis ini aq pengin ngucapin Happy Valentine pada Bidadariku dan menciumnya saat sarapan dimeja makan nanti.
Tanpa tengak-tengok, jam tujuh tepat aq turun ke ruang makan.
Aq seret dua kursi yg bersandingan, tempat biasa aq makan bersama Diajeng. Aneh...koq gelas susuku belum disiapin ya? Ow..mungkin belum sempat aja kali..
Sebelum duduk aq buka tudung penutup meja itu, pengin kuintip menu sarapanku pagi ini. Tapi betapa kagetnya aq saat kulihat meja itu kosong, hanya beberapa makanan kering yg tersisa diatasnya.

"Mbak Mie....!!!
Mana sarapannya?
Jeng Ratrinya mana?!"

"anu Mas... tadi kata Mbak Ratri ndak usah siapin sarapan dimeja dan malah....."

"malah apa??! Skrng mana Ratrinya..??!"

"lagi mbaca koran di balkon Mas.."

"Gimana sih, uda tau suami mau berangkat kerja, mau sarapan, malah bermalas-malasan di balkon..!!"

Dengan emosi yg hampir meledak, aq lempar kain lap yg diatas meja kearahnya. Aq lalu naik lagi menuju balkon.
Aq lihat Mbak Mie mengikut di belakangku sambil membawa sebotol air dingin.

"ngapain km ikut naik..??!"

"Mbak Ratri yg minta Mas..."

Sebenernya emosiku udah hampir tertumpah kalo saja aq gak melihat meja balkon yg penuh dng makanan. Dan dengan senyum manisnya, Diajeng lalu berdiri menyambutku.

"happy valentine Mas..." bisik lembutnya terucap lirih sesaat setelah dia memelukku manja.
"terima kasih buat semuanya..."

"iya, sama-sama Sayank... Happy Valentine juga buat km. Aq juga, maafin keegoisanku selama ini ya..."

Kukecup lembut kening itu sebagai bukti bahwa aq sangat mencintainya. Dan saat ini aq sedang jatuh cinta kepadanya.

"ya udah, skrg kita sarapan yuk, udah laper nih.."

"oke"

Dan begitulah kira-kira ending dari kisahku pagi tadi.
Kami sarapan bareng cuma berdua di balkon, sambil becanda-canda mengenang masa lalu yg semuanya menyiratkan tentang keegoisanku selama ini.
Tapi sumpah Sob, baru kali ini aq dapet surprise yg begitu berkesan sepanjang hidupku.
Skali lagi, makasih Sayank...
uda mau mencintai aq dengan begitu tulusnya.


Oiya hampir lupa, happy Valentine aja buat kalian semua yg mungkin merayakannya.
I love you all...

11 comments:

Cebong Ipiet mengatakan...

wekekkeekekke.suwe suwe blog iki jadi catatan rumah tangga

riosisemut mengatakan...

@ebong :
Apa yg aq rasakan, itulah yg akan aq tuliskan Bong...

@sobat Semut semua :
Maaf kalo ini membuat kalian jelez..
Bukan maksud aq pamer kemesraan kayak si Dewi dan Ipul, aq hanya menuliskan apa yg aq rasakan.
Thank's uda mau membaca tulisanku.

dwinacute mengatakan...

nice blog loh suka aku.... bacanya


salam kenal ya makasih udah mampir di blog ku

Aya mengatakan...

huaaaa... so swit... :)

Baka Kelana mengatakan...

Indah nya hidup ini pagi-pagi udah erlena ama Sania Twain

Baka Kelana mengatakan...

Wow....asyik banget hidpnya...penuh dengan bidadari di sekelilingnya

pingin dach kayak Om Semut

Baka Kelana mengatakan...

Salam kenal ya Om Semut...happy blogging
salam ama bidadarinya

Putridevi mengatakan...

Romantiiiiiis.... Tpi knapa mesti valentine sih??? *dooooh* Maaf saya bukan kaum'a st. Valentine, jd gag merayakan....

namaku wendy mengatakan...

aw..aw..co cuittt lah yah, sing langgeng lanakur nggih:)

riosisemut mengatakan...

@wendy :
Inggih Mbak Wend...
Maturnuwun dongane. Amin semoga langgeng.

@putridevi :
Aq jg bkn kaumnya koq, Dev...
Kita ambil sisi baiknya aja, okey..?

@bakakelana :
Salam kenal balik dari Semut.
Iya ni Sob, pagi2 uda disetelin Sania Twain sama sang Bidadari.

@aya :
Iyesss..!! Sweet banget ya?

@dwinacute :
Yup, kenal balik dari aq.
Welcome to my nest.
Happy reading, senang rasanya msh ada yg menyukai tulisanku.

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

wadoooww! romantisnya..ciee..cie.....

uhuiii!!! jadi pengen ngintip. kabuuurrr....

Posting Komentar

[ Kotak Komentar Klasik ]

Blue link↑↑diatas↑↑, bisa kalian gunakan saat kalian kesulitan koment karena sedang ngeblog via ponsel.

Tinggalkan jejakmu disini Sob..
komentar kalian adalah semangat buat Semut untuk menerbitkan entri berikutnya.