Senin, Desember 29, 2008

Untukmu Yang Terkasih

Pagi ini... aku terbangun lebih awal dari biasanya. Kulihat Diajeng msh tertidur dng lelapnya. Aku melangkah ke meja buku, ku sapa laptop itu, lalu ku buka pintu.
Hmmm...sepi. Hanya aroma pagi yg menyengat masuk di sela-sela kisi hati. Sepi dan sendiri tapi aku tak peduli. Kututup pintu itu kembali lalu kucoba menari di atas keyboard yg msh nampak tertata rapi. Kutuangkan seluruh isi di hati yg sempat mengganjal dan terbawa-bawa hingga ke dlm mimpi.

Tadi...
beberapa jam yg lalu...
Untuk yg kesekian kali aku melihatnya lagi...
dia tertunduk layu dihamparan pasir dng mendekap sebuah golek warna pink ungu.
"pophoo..." gumanku dlm hati.
Lalu ku coba bertanya dng ragunya,
"sedang apa km disini??"
Dng tanpa menjawab kulihat dia lalu bangkit, menyeret sebelah kakinya dan berjalan mundur membentuk sebuah lingkaran lebar. Tepatnya sebuah kurva melingkar karna memang bekas seretan kaki itu nampak sangat tdk simetris.
Lalu dia buat lg sebuah lingkaran baru di dalamnya. Kali ini lebih kecil.
Bingung aku dlm sendiri namun aku tetap tak berani mengucap tanya.

"finaly..!!" serunya kemudian seraya melangkah dan berdiri tegap di titik pusat. Ia rentangkan kedua tangannya lebar. Bak seorang balerina iapun berputar.
"Hehehe..." kucoba tersenyum menatap di tingkahnya.

"dulu...." sejenak ia menghela nafas.
"dulu aku biarkan orang mengenalku hingga sedekat ini." ucapnya kemudian seraya menunjuk lingkaran kecil di dekat bayang tubuhya.
"jujur, itu memang sangat menyenangkan, I can see, I can feel, sosok itu begitu dekat denganku, he can touch me, so and I. Dan akupun bisa rasakan kehangatan saat dia mendekatiku. Sedekat ini."

Masih dng menunjuk lingkar itu, ia lanjutkan kisahnya,
"tp trnyata gak semua hal mampu berjalan sesuai dng apa yg kita mau. Sesuatu yg buruk terjadi, perselisihan, perbedaan pendapat, ketidak-jujuran, membuat kita semakin jalan menjauh. Pertengkaran demi pertengkaranpun kian mewarnai."

Dia lalu terdiam. Dlm hati aq mengguman,
"taukah km Ay...? Orang terdekat adalah orang yg paling mungkin menyakiti kita. Dan aq rasa itulah kini yg tengah km alami. Sakit, marah, perih, kecewa, serasa tak percaya, semua teraduk menjadi satu."

Lalu kucoba berani angkat bicara, "kalo gitu, kenapa km gak coba hapus aja lingkaran kecilnya? Dan memberi jarak yg cukup buat mereka untuk sekedar hanya menyentuhmu sekalipun."
Aku bangkit menghapus lingkaran kecil itu. Debu-debu nampak beterbangan ditiup angin berkeliaran. Dan kemudian ku tunjuk linkaran yg lainnya,
"lihat..!! Km lihat lingkaran ini, jika aku berdiri di sini, km hanya bisa aku sentuh jika km ulurkan tanganmu."

Sejenak ia terdiam lalu duduk dlm lingkaran.
"memang...
memang aku aman berada disini sendirian, tp apa nanti aku gak malah terbunuh dng perlahan, karena rasa sepi yg kian mencekam? Aq takut, aku takut hal yg sama akan terjadi lagi."

Aq tau apa yg km fikirkan Ay..
Memang ada sedikit harga yg hrs km bayar. Tp km pasti aman dng jarak segini meski kadang dicekam rasa sepi. Dibutuhkan keberanian untuk menghadapi ini.
Aku tahu, km baru kehilangan kepercayaan dari orang terdekatmu. Tp ingat, itu bukanlah akhir dari segalanya.
Memang...
sepertinya sulit menumbuhkan rasa itu lagi tapi itu bukan berarti kita harus berhenti mempercayainya. Itu semua hanyalah sebuah tanda buat kita untuk mawas dan tahu bagaimana kita bersikap selanjutnya.
Akan banyak hal2 buruk yg bakal terjadi dlm hidup. Tp sungguh bukan itu masalahnya. Masalahnya adalah bagaimana kita bangkit dan belajar dari apa yg sudah terjadi, memulai menata hidup ini lagi.
Lagi dan lagi...
Lihatlah di depan sana...
jalan panjang msh menanti untuk km tapakkan kaki..
angin kencang masih berhembus terbangkan daun kering berserakan...
air sungai masih gemericik menghanyutkan plankton-plankton yg riuh saling berbisik.

Semangat..!!
Jng biarkan masa lalu mencekik laju langkahmu.
Jng hanya diam, ayo bangkit dan berlari menuju terang.
Aku kan selalu mendukungmu dari kejauhan, sbagai bukti bahwa memang aku masih sayang.#.#.#


Kata penutup :
Kalo masa lalu msh terlalu menyesakkan untuk diingat, dan kita memang gak mungkin bisa mendeletnya from our life, kenapa gak mencoba melihatnya from the other perception. Maybe rasanya gak kan terlalu menyakitkan. And maybe we can understand what the reason inside that.

7 comments:

Anonim mengatakan...

ambil pertamax

Anonim mengatakan...

panjang bgt mas, mata ku sudah sayu. besok pagi aja ya aku baca. :)

Devi angraeni ia mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Devi angraeni ia mengatakan...

Makasi y 'mut... Makasi jg dah ngasi pophoo... :) dia baik bgt, dah mau dngerin curhatan aq tiap hari, gag marah2, gag bosen2 jg... :D

riosisemut mengatakan...

@AiWY: makasih Gung uda mau baca.

@devi: iya sama-sama Ay...
Yg pnting skrg km jangan sedih lagi ya...
Hdp emang penuh cobaan, serahkan smua pada Alloh.

Cebong Ipiet mengatakan...

hmmmm hmmmmm

Anonim mengatakan...

cebong mengapa hmmm dah kau ambil... itu kan ta=rade mark ku

Posting Komentar

[ Kotak Komentar Klasik ]

Blue link↑↑diatas↑↑, bisa kalian gunakan saat kalian kesulitan koment karena sedang ngeblog via ponsel.

Tinggalkan jejakmu disini Sob..
komentar kalian adalah semangat buat Semut untuk menerbitkan entri berikutnya.