Selasa, Mei 19, 2009

Oleh-Oleh Dari Jogja|Menikah Di Hadapan Jenazah Ibunya

Pukul 07.00 tepat, antara rasa kesedihan dan kebahagiaan, semua tumpah ruah di dalam satu ruangan itu. Kedua mempelai, Agus (23) dan Rini (19), duduk menghadap wali nikah dan juga para saksi. Sementara di sebelah kirinya, jenazah Ibu Supini (46) yang dibalut kain kafan dan diselimuti kain batik, terbujur kaku di dalam peti di antara sanak saudara yang berkumpul di rumah itu. Keduanya melangsungkan ijab kabul di depan raga tak bernyawa ibundanya tercinta. Pasangan itu duduk tertunduk di hadapan penghulu, wali nikah, dan para saksi. Dari kedua sudut mata mereka tak henti-hentinya menitikkan bening itu. Isak tangispun bergemuruh mengiringi prosesi sakral tersebut. Hampir semua hadirin di ruangan itu, sesenggukan tanpa henti. Mama, Tante, Om, tak terkecuali aku, semua menitikkan air mata. Aku yg biasanya tegar, gak tau kenapa, air itu menetes dengan sendirinya jatuh perlahan membasahi sapu tangan kecilku. Gak bisa aku bayangkan, gimana kalo itu semua, kita yg ngalamin.
Maaf Sob, pliss.. jangan ada yg ikutan nangis saat membaca postinganku ini.

Peristiwa pengucapan ikrar pernikahan itu memang berlangsung singkat dan cepat. Gak ada pengulangan kalimat ijab kabul dari mulut Agus. Meski terasa banget kalo dua kalimat Syahadat yg di ucapnya, tersendat-sendat seakan tercekat di tenggorokannya. Akhirnya mereka sah sebagai pasangan suami istri.

Dan seusai melafalkan ikrar pernikahanpun, gak seperti pesta pernikahan pada umumnya. Gak ada makanan prasmanan maupun hingar-bingar musik pengiring. Mereka semua segera bersiap mengantarkan jenazah almarhumah ke tempat pemakaman umum.
Menurut salah seorang anggota keluarga, pernikahan ini merupakan keputusan spontanitas. Pernikahan yang semula direncanakan bulan depan ini, terpaksa dilaksanakan lebih awal karena ternyata Alloh berkehendak lain. Sabtu, 16 Mei '09, pukul 17.37 WIB, Ibunda Agus berpulang ke pangkuan-Nya.

Saat itu juga, keluarga sepakat untuk mempercepat pernikahan Agus, dengan tanpa dihadiri satupun keluarga Rini, karena keluarga Rini berada jauh di Purbalingga.
Menurut kepecayaan Jawa, hari yg dipilih di bulan depan itu sudah menjadi perhitungan hari baik untuk melaksanakan pernikahan. Akan tetapi takdir berkata lain. Ibu Supini meninggal sebelum pernikahan itu terlaksana. Meski demikian, sebelum jenazah dimakamkan, mereka masih menganggap ruhnya ada di sekitar tubuhnya. Makanya pernikahan ini dilaksanakan.
Sebab apabila pernikahan itu dilaksanakan setelah jenazah dikebumikan, menurut kepecayaan keluarga hal itu kurang baik. Sebab menurut adat Jawa, jika salah seorang anggota keluarga meninggal, maka setahun kemudian tidak diperkenankan menggelar suatu pesta.
Namun begitu, keluarga tetap akan menggelar syukuran sederhana, nanti pada hari yg udah ditetapkan itu. Ya.. sekedar untuk memenuhi kartu undangan yang sudah terlanjur tersebar di keluarga terdekat, sanak saudara dan rekan-rekan semua.

Sepulang dari pemakaman, aku kembali ke rumah duka. Dan agak siangan dikit, aku minta ijin sama Mama buat main ke pantai, mumpung lagi berada di Pacitan.
Yah...sekedar mengobati rasa penasaranku sama postingan O-om waktu itu.


Bersambung...

26 comments:

beat2ws mengatakan...

Mau komen apa ya?
Semoga Agus dan Rini bahagia, selamat menempuh hidup baru

nietha mengatakan...

susah buat komeng nih.. aku terharu banget..semoga arwah ibunda diteriam disisiNya..amiinn

BIG SUGENG mengatakan...

Semoga Alloh swt mengampuni dosa Almarhumah,
buat mempelai berdua semoga pernikahannya langgeng, penuh kasih sayang dan mendapat barokah dar Alooh swt. Amiin

Kadang manusia merencanakan, Alloh yang menentukan

BIG SUGENG mengatakan...

Semoga Alloh swt mengampuni dosa Almarhumah,
buat mempelai berdua semoga pernikahannya langgeng, penuh kasih sayang dan mendapat barokah dar Alooh swt. Amiin

Kadang manusia merencanakan, Alloh yang menentukan

suwung mengatakan...

jadi inget mantan calon pacarku dinikahkan didepan jenasah bapaknya
dan temenku nikahnya diundur gara gara ibunya meninggal

mantan copet mengatakan...

Ya Alloh Mas.... Aku sampai ikut meneteskan air mata ini.
Kasian sekali yo manten-ne.

Pacitan mana Mas?

buwel mengatakan...

Ya alloh......semoga agus dan rini bahagia selalu ya

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

Kisah yang mengharukan,....semoga mereka berdua senantiasa dianugerahi kebahagiaan.

Chuanx mengatakan...

Sisi lain peristiwa yang diikhlaskan, mudah2an digantikan peristiwa yang membahagikan

My Blog mengatakan...

semoga keluarga yg di tinggalkan tabah dan ikhlas

dwina mengatakan...

Duh gak kebayang deh rasanya nikah di hadapan jenazah orang yg kita sayang. bisa pingsan aku mut..

@tanamlah, dan terima hasilnya: aku gak nyindir kamu lho mutt.... heheheh

Arip mengatakan...

Duh, kata-kataku nyangkut ditenggorokan...

J O N K mengatakan...

walau dalam masa berkabung, semoga agus dan rini jadi keluarga yang bahagia, :)

Ivan@mobii mengatakan...

Mantap bgt dah pernikahannya... Smoga awet ampe kakek-nenek...

ulumuddin mengatakan...

Aku cuma ikut mendoakan semoga semuanya bahagia di dunia dan akhirat, termasuk yang baca artikel dan yang komen ... amiiiin

ajeng mengatakan...

Manusia merencanakan Alloh yang menentukan.
Semoga amal baik Almarhumah diterima Allah Subhanahu wata'ala..
Untuk mempelainya,semoga menjadi keluarga yg sakinah mawaddah warahmah..

Btw mas,emang siapa mereka ya?

Linda Belle mengatakan...

sedih banget...

Belajar Mencari Uang di Internet mengatakan...

innalillahi wa inna ilaihi rajiun
semoga segala amal ibadah beliau diterima
segala salah dan khilaf, amiin aminn ya rabbal alamin

-eros--

riosisemut mengatakan...

@eros : makasih doanya Bang.
@linda : aku juga Mbak.
@ajeng : ini lanjutan yg kmr Jeng.
@ulumudin : makasih doanya Sob
@ivan : mantab? Maksudnya Van?
@jonk : makasih doanya Jonk
@arip : makasih komentnya
@dwina : untung bukan kita yg Win
@my blog : makasih doanya Sob
@chuanx : amin Chu
@setiawan : amin, makasih doanya Sob
@buwel : amin
@mantan copet : Pacitan kota Mas
@suwung : maaf Kang, aku gak maksud
@big sugeng, nietha, beat2ws : amin makasih doanya, Sob.

rco mengatakan...

wah jadi merinding aku bacanya....

Itik Bali mengatakan...

Mas..
pertama : aku turut berduka cita
Kedua : Semoga Rini dan Agus bahagia selamanya,
Ketiga : Menikah di depan jenasah suatu janji yang selain sama Tuhan juga memegang amanat dari orang yang sudah meninggal
Ke empat : saya terharu baca postingannya
Ke lima : Saya baca komengnya mas Suwung jadi ambigu, abis terharu dan sedih tapi senyum geli sendiri
Maksudnya mas Suwung lho aneh : Mantan Calon Pacarku.. artinya itu siapa yang dimaksud???? pacar juga engga..apalagi mantan??
Dasar mas Suwung emang suwung..

Dunia Polar mengatakan...

aku yakin walaupun Ibunda Agus berpulang ke pangkuan-Nya tapi pasti almarhum pulang dengan bahagia telah melihat anaknya nikah. semoga Agus bahagia n ibunya di terima disisinya.Aminn..

bang fiko mengatakan...

Berita yang sama saat anak dari korban pesawat Hercules menikah di depan jenazah bapaknya. Aku liat tadi di TV.. Sungguh mengharukan. Semoga arwahnya mendapat tempat terbaik disisi Allah, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran, amin

RanggaGoBlog mengatakan...

demi masa...

hikz hikz.... kok jadi ikut sesenggukan to....??

mampiir kaang...

vie_three mengatakan...

jadi untuk ceritanya bersambung terus niy.....

aq gak bisa bayangin menikah didepan jenazah ibu, acara menikah yg seharusnya diiringi dg tawa ria, yg ini harus diiringi dg ratap kesedihan.....

putra dan kelakuan yg nyeleneh mengatakan...

yaallah
sedih banget
gue sampe nangis bacanya T_T
mudahan arwah ibunya diterima dengan baik disisinya

Posting Komentar

[ Kotak Komentar Klasik ]

Blue link↑↑diatas↑↑, bisa kalian gunakan saat kalian kesulitan koment karena sedang ngeblog via ponsel.

Tinggalkan jejakmu disini Sob..
komentar kalian adalah semangat buat Semut untuk menerbitkan entri berikutnya.