Selasa, Maret 03, 2009

TERLAMBAT [episode 3]

Sobat Semut semua, sblm kita lanjut menyimak novel TERLAMBAT Episode 3, sebaiknya kita ikuti dulu sedikit cuplikan episode sebelumnya. Atau kalian pengin mengulang dari awal? Silakan.

Oke.
Jadi kemarin, sesaat setelah Ajeng menghilang di ujung gang, ternyata benar. Wiwin, tunangan Ari, pulang dari kerjanya. Kebetulan mereka kost ditempat yg sama. Cuma aturannya, yg cowok dilantai atas sedang ceweknya di lantai bawah di dekat rumah Ibu Kost.
Sambil menenteng sebungkus nasi goreng, Wiwin menggayut lengan Ari, minta di anter ke kamarnya. Dengan agak malas, Aripun menemani tunangannya itu, menyantap nasi goreng, berdua. Dan setelah itu dia pamit pulang. Tidur.

+●○●+●○●+●○●+●○●+●○●+●○●+

WARNING :
This story is the property of Pesanggrahan Si SEMUT and the original creation of Ario Priyambodo i.e. riosisemut.
And must not be copied or disclosed to a third party without PRIOR CONSENT of the owner !

Ari telah bersiap hendak pergi, saat di kejauhan terlihat Ajeng berlari kecil keluar dari Gang, tepat di depan ia berdiri. Diliriknya arloji, 18:35, setengah jam lebih Ajeng terlambat.
Meski Ari paling benci dengan orang yg tidak tepat waktu, namun berpura tak acuh, ia masih tetap berdiri menunggu.

"Lama ya Mas..? Maaf tadi ada sedikit masalah dirumah." sapa Ajeng seperti sadar akan keterlambatannya.

"Ah enggak... satu jam juga masih kurang koq." sambil menggandengnya masuk ke dalam angkot, Ari menjawab penuh ironi. Dalam hati ia berguman, "km nggak tahu Jeng, waktuku cuma sampai jam 21:30 aja. Jadi aku harus pandai-pandai memainkannya. Dan sedetikpun sangat sayang bagiku untuk dibuang percuma kayak gini."

"Mas, marah ya? Aku terlambat. Maaf dech... koq diem gitu sih?" dengan senyum mengembang, Ajeng terus mencoba mencairkan suasana, namun nampaknya Ari masih kesal dibuatnya.
"Kalo gitu terus, aku turun lagi lho..!" ancamnya kemudian, seperti beranjak hendak berdiri.

"Lhoo..!! J..J..jangan..!!" teriak Ari lirih sedikit tergagap. Kemudian ia gapai tangan kecil itu erat, "aku gak marah koq, cuma sedikit kesal aja. Masak setengah jam lebih km biarkan aku menunggu di halte itu sendirian, kan dongkol jadinya."

"Iya dech.. sorry.. aku ngaku salah, tapi aku kan nggak sengaja." jawab Ajeng seraya mendekap tangan kanan Ari dengan manja, percis di depan dadanya. Dan itu membuat Ari semakin tak kuasa melampiaskan kekesalannya. Yg ada kini justru rasa cinta dan sayang, yg semakin membesar, seiring waktunya buat Ajeng yg kian menipis.
Ari melirik arlojinya, 18:50. Ia tengok ke luar, "udah sampai di depan RSI rupanya, cepat sekali" gumamnya dalam hati.

Mentang-mentang penumpang sepi, sopir itu melarikan angkotnya begitu kencang.

"Bentar lagi nyampai." Ari menjawab tatapan Ajeng yg penuh kecemasan.

Setelah turun dari H4, mereka segera menuju antrian lyn F yg paling depan. Dalam sekejap, angkot itu segera penuh dengan penumpang. Maklum pada jam-jam segini, terminal itu begitu ramai.

"Kita mau kemana sih Mas..?" sambil memancarkan berjuta kecemasan, Ajeng mencoba tahu kemana arah angkot itu melaju.

"Santailah...ntar kamu juga kan tahu. Percaya dech sama aku. Aku sangat mencintai kamu, jadi gak mungkinlah aku tega ngelihat palagi bikin kamu celaka. Emang kamu belum pernah naik ini ya?"

"Belum." singkat banget Ajeng menjawab.

"Angkot ini berhenti terakhir di Pantai Ria Kenjeran, jadi..."

"Jadi kamu mau mengaj..."

"Tenang, dengerin dulu. Bukan type aku, mengajak seorang cewek ke tempat gituan, malam-malam begini. Cinta aku suci buat kamu, jadi gak mungkinlah aku menodainya dengan hal-hal kotor kayak yg kamu cemasin itu. Nah uda sampai di depan SMU 5, tar lagi kita turun."

"Loh Mas, koq brenti disini?"

"Kan lampu merah, Sayank..." jawab Ari bikin pipi Ajeng merona, malu pada penumpang laen yg sejak tadi mengamati gerak tingkah mreka berdua.

"Nah.. kita turun sekarang."

"Ooo..mau kesini, bilang dong dari tadi, biar aku nggak khawatir."

"Emang aku sengaja gitu, biar kamu cemas."

"Ah kamu, tega banget ngliat aku kayak gini." sambil terus mengomel, Ajeng berjalan ngikutin Ari.

"Sini Sayang... jangan jauh-jauh, ntar ilang di ambil orang lagi.."

"Emang ada yg mau?"

"Ada. Nih.." jawab Ari sambil menepukkan tangan Ajeng di depan dadanya.

Masih terus menggandengnya, setelah menyeberang jalan, Ari membawa Ajeng masuk menyusuri Komplex Pertokoan itu. Dari pintu masuk, Ari langsung mengajaknya turun ke lantai dasar menuju belakang Mall. Dan akhirnya, setelah sekian lama berjalan, sampai juga mereka di tempat tujuan. Sebuah taman luas di belakang Mall, di halaman gedung pementasan budaya.

Disamping kolam hias, dibawah sinar lampu temaram, mereka duduk bersanding di sebuah batu buatan. Dilingkarkan tangan Ari mendekap pinggang Ajeng yg ramping menawan, lalu...

"Oke, disini kita bebas bicara apa saja, tanpa takut di dengar orang" ucap Ari mulai membuka awal rencana. Nampak diujung sebelah sana, sepasang remaja sedang duduk bercanda mesra. Sementara di ujung yg lain, namak seorang lelaki setengah baya, merangkul mesra seorang gadis jelita. Sepintas lalu pasti orang mengira itu bapak dan anaknya, namun siapa sangka kalau mereka adalah sepasang insan yg sedang dimabuk asmara.

bersambung...#

26 comments:

yusufyusuf mengatakan...

Hi..
Nice blog..!

My Little Window ©

beat2ws mengatakan...

Aku produser film loh mas, kapan dibuat film aja ya? Artisnya mas rio dan pacarnya.
*tapi bo'ong*

Cebong Ipiet mengatakan...

wew penutupnya...:P

dwinacute mengatakan...

waduh penasaran. si ari mau bicarain apa yah ama ajeng. kok ke tempat cepi-cepi sich.. kalo udah di lanjut bilangin ya semut...

riosisemut mengatakan...

@dwina :
Oke, ntar aq bilangin, ditunggu aja kisah lanjutannya.

@cebong :
Kenapa dng penutupnya Bong?

@beat2ws :
Wew... Sbenernya ini juga uda dilirik Produser Mas, cuma aq yg gak mau.

@yusuf :
Hi too...
Thank's for your visit, Guys..

M4x mengatakan...

humor yang bagus...

anna fardiana mengatakan...

wha...masih bersambung!!
aku kira udah tamat...
nice story mut..

*aku juga udah baca episode2 sebelumnya... :)

angel mengatakan...

yooo...judul e aku masih bingung n bingung ma tutoriaLNYA...huhuhuhuhu.

rampadan mengatakan...

Kalo baca novelmu ini, jadi inget jaman aku muda dulu..
*hehehehe, mang kamu pernah muda Dan?*

Putridevi mengatakan...

Ari sepintas kaya rio, romantis bgt...

Ahahahaha... Ini curcol bkn sih ay,, hehehe... :p

sapimoto mengatakan...

Kweren pwoll...
Runutan waktunya bagus sekali, Mas...
Jangan-jangan ini sedang menuliskan pengalaman pribadi, dengan merubah nama karakter didalamnya... :)
Terus berkreasi, Mas

ajeng mengatakan...

Yo, mau cerpennya. Jadikan PDF dunk, biar bacanya lebih asyik.. :)

suwung mengatakan...

kalo dibuat pilem aku di casting jadi apa ya? paling piguran yah?

Atca mengatakan...

penasarannnn..kenapa dikit2 doang sih...huehehehe
Kalo dibaca dari karangannya mas rio nih pasti penter ngerayu cewek kwkwkwk....*kabur sebelum dilempar sandal*

riosisemut mengatakan...

@suwung :
Ntar aja Kang... Kalo uda tamat aq carikan peran yg tepat buat dirimu, soalnya dirimu pantesnya jadi Kuntet Dilaga, hahaha...

@ajeng :
Iya Jeng, km tunggu aja.

@sapimoto :
Terinspirasi dari kisah cinta masa lalu Pak Amin, Mas...

@putridevi :
Ini murni novel Ay...
Kata orang tulisan mencerminkan sifat dari penulisnya, makanya Ari mirip bngt sama Rio.

@rampadan :
Hehehe...prnh muda juga ya Mas..??

@angel :
Huhuuu...dasar kamu ini May, susah bngt.

@anna fardiana :
Ini baru chapsternya aja Jeng Anna.
Iya makasih uda mau mbaca tulisanku.

@m4x :
Maksud Loe..?
Maaf disini tdk menerima spam Mas.

riosisemut mengatakan...

@Atca :
xixixi...bisa aja.
Emang aq orangnya pinter ngrayu koq, hahaha...

namaku wendy mengatakan...

hodoh koq belum ngomong juga to, buruan mut keburu penasaran kebawa mimpi buruk neh huhu:(

Dhe mengatakan...

salam kenal jg ^^
daku jg dah follow kok ^_^

ne cerpennya belum abis baca yah.. alnya dhe ge da kerjaan dikit^^, besok sambung lg,

so.. salam persahabatan dengan sisemut^^

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

weee..romantis terus deh.
tiap ke sini jadi pengen ketemu pacar nih.
mau tau pacarku? tuh si 'Kevin'. Ngaku2 doang sih. he he he....

Putridevi mengatakan...

@atca... Ahaha... Tau aj, klo semut pinter ngerayu... :p

yeni mengatakan...

walah...aq ketinggalan inpo
hehehe
maapkan saya mas semut
kmaren jarang2 ngeblog
berkunjung kesini udah epi 3 aja
selamat...selamat...

riosisemut mengatakan...

@yeni :
Kamu sih Yen.. Jarang mampir kesini.

@putridevi :
Eh Ayank balik lagi.

@sang cerpenis :
Suka romantis ya?
Kevin yg mana Fan?

@Dhe :
Makasih Non uda mau menerima undanganku.

@wendy :
Emang aq bikin gitu Wend biar pembaca pada penasaran.

Susy Ella mengatakan...

waduuuh............bingung mau komentar apa....


hahahahhahahah

Putridevi mengatakan...

tuh kan semut ngerayuuu... ;)

aziz mengatakan...

salam kenal aja.,.,.

sebagai kunjungan pertama untuk perkenalan.,.,.

riosisemut mengatakan...

@azis :
Salam kenal juga Mas dari Semut.

@putridevi :
Jah...ni cewek balik lagi.

@ella :
Wis pokoknya koment.

Posting Komentar

[ Kotak Komentar Klasik ]

Blue link↑↑diatas↑↑, bisa kalian gunakan saat kalian kesulitan koment karena sedang ngeblog via ponsel.

Tinggalkan jejakmu disini Sob..
komentar kalian adalah semangat buat Semut untuk menerbitkan entri berikutnya.